Optima Solusi

BerandaChatbot yang Belajar dari Pertanyaan Pelangganmu

Chatbot yang Belajar dari Pertanyaan Pelangganmu

Bukan bot yang sok tahu segalanya. Bot yang tahu usahamu, ngaku kalau nggak tahu, dan tiap minggu tahu sedikit lebih banyak.

Chatbot website untuk UMKM biasanya gagal di salah satu dari dua hal. Yang pertama menjawab semua pertanyaan dengan percaya diri, termasuk yang dia nggak tahu. Yang kedua cuma punya beberapa tombol, dan langsung menyerah begitu orang mengetik kalimat sendiri. Bot yang kami pasang di situs klien, dan di situs ini, dibuat untuk jalan tengahnya: jawab dari bahan usahamu, ngaku kalau bahannya belum ada, dan catat kekurangannya supaya kami bisa mengisi.

Kalau cuma sempat baca ini

  • Jawabannya diambil dari bahan usahamu sendiri: halaman situs, daftar tanya-jawab yang kami tulis bareng kamu, dan katalog harga yang dibaca langsung dari database. Bukan dari internet.
  • Dia nggak ngarang: nggak bikin tautan sendiri, nggak menawar harga, nggak membandingkan pesaing, dan pertanyaan di luar urusan usahamu dia alihkan.
  • Tiap jawaban mencatat bahan mana yang dipakai. Pertanyaan yang nggak ketemu bahannya masuk daftar tinjauan mingguan — kami baca, kami tambahkan kalau memang perlu, dan pertanyaan serupa berikutnya sudah ada jawabannya.
  • Pengunjung yang mau dihubungi diminta nama dan nomor WhatsApp atau email, lalu tercatat sebagai lead di dashboard-mu.
  • Tiga tingkat kuota percakapan per bulan. Harganya ada di bawah, diambil dari katalog yang sama dengan halaman Layanan.

01

Dari mana jawabannya datang

Cuma dari bahan usahamu. Kalau sebuah informasi nggak ada di situ, bot-nya nggak punya jawabannya — dan itu memang sengaja.

Sebelum bot-nya tayang, kami susun dulu bahannya. Halaman-halaman situsmu. Satu daftar tanya-jawab yang kami tulis bareng kamu, dari pertanyaan yang paling sering masuk lewat WhatsApp atau telepon. Dan kalau kamu punya daftar layanan atau produk, katalognya dibaca langsung dari database, bukan disalin jadi teks. Semua bahan itu dipotong jadi bagian-bagian kecil dan disimpan, supaya tiap pertanyaan bisa dicocokkan dengan potongan yang paling relevan.

Waktu pengunjung bertanya, bot mencari potongan bahan yang mirip dengan pertanyaannya, lalu menyusun jawaban cuma dari potongan itu. Kalau nggak ada yang cukup mirip, dia nggak menebak dari pengetahuan umum. Dia bilang belum punya informasinya, lalu menawarkan menghubungkan ke kamu. Ini yang bikin jawabannya bisa dipercaya: tiap kalimat bisa dilacak asalnya dari bahan yang mana.

Soal harga, kami sengaja nggak menyalin angkanya ke dalam bahan. Bot membaca katalog yang sama dengan halaman Layanan. Begitu harga di katalog berubah, jawabannya ikut berubah — nggak ada dua versi yang bisa saling bertentangan. Coba saja sendiri: tanya harga paket inti ke bot di situs ini, lalu bandingkan dengan halaman Layanan.

02

Yang sengaja nggak dia lakukan

Bot dinilai dari caranya menolak, bukan cuma dari caranya menjawab.

Sebelum tayang, tiap bot kami uji dengan belasan pertanyaan jebakan. Minta tautan yang nggak ada. Menawar harga. Tanya paket yang nggak pernah dijual. Minta dibandingkan dengan pesaing. Menyelipkan perintah supaya dia mengabaikan aturannya. Sampai pertanyaan yang sama sekali di luar topik. Jawaban yang benar untuk semua itu bukan jawaban yang pintar, tapi jawaban yang tahu batasnya.

Aturan tetap yang kami pasang: dia nggak bikin tautan yang nggak ada di bahan. Harga yang berlaku adalah yang tayang di situs, dan dia nggak menawar. Dia nggak menyebut atau membandingkan pesaing. Pertanyaan di luar usahamu dia alihkan dengan sopan. Dan kalau ditanya "kamu bot ya?", dia jawab jujur bahwa dia dari tim usahamu — nggak pura-pura jadi manusia.

Ada juga batas teknis supaya biayanya bisa ditebak: satu sesi maksimal tiga puluh giliran, satu pesan maksimal lima ratus karakter, dan orang yang membanjiri pesan dari satu alamat dibatasi otomatis. Pengunjung sungguhan hampir nggak pernah menyentuh batas ini. Batasnya ada buat menahan yang iseng.

03

Cara dia terus belajar

Bot-nya nggak belajar sendiri, kok. Dia cuma mencatat apa yang nggak dia tahu — tiap Senin kami yang baca dan mengisi.

Tiap kali bot menjawab, sistem menyimpan potongan bahan mana yang dipakai. Kalau daftarnya kosong — artinya nggak ada bahan yang cukup mirip dengan pertanyaan pengunjung — pertanyaan itu ditandai sebagai celah pengetahuan. Setiap Senin pagi kami menerima daftar semua celah dari minggu sebelumnya, lengkap dengan percakapannya.

Kami baca satu per satu. Nggak semuanya perlu bahan baru: ada yang pertanyaan iseng, ada yang salah ketik, ada yang memang bukan urusan usahamu. Yang tersisa adalah pertanyaan sungguhan yang belum terjawab. Itu yang kami tulis jawabannya bareng kamu, masukkan ke bahan, lalu indeks ulang. Pengunjung berikutnya yang tanya hal serupa langsung dapat jawabannya.

Kami sengaja menaruh orang di tengah proses ini, bukan membiarkan bot menyerap jawaban dari percakapan secara otomatis. Bot yang belajar sendiri dari apa pun yang diketik pengunjung bakal cepat belajar hal yang salah. Yang kami mau: bot yang tiap minggu tahu sedikit lebih banyak soal usahamu, dan tiap tambahan pengetahuannya pernah dibaca dan disetujui orang.

04

Dari ngobrol jadi lead yang tercatat

Tujuannya bukan percakapan yang panjang. Tujuannya orang serius yang bisa kamu hubungi balik.

Begitu pengunjung menunjukkan niat — tanya cara pesan, minta dihubungi, atau menyebut kebutuhannya — bot minta nama dan nomor WhatsApp atau alamat email, lalu mencatatnya. Data itu masuk ke daftar lead usahamu, lengkap dengan ringkasan kebutuhan dan halaman tempat obrolannya terjadi, dan tampil di dashboard-mu. Yang lebih suka ngobrol langsung tinggal tekan tombol lanjut ke WhatsApp, yang mengarah ke nomor usahamu.

Kami juga mencatat dari mana pengunjung datang — iklan, pencarian Google, atau tautan yang kamu bagikan — supaya kamu tahu kanal mana yang menghasilkan obrolan serius, bukan cuma kunjungan. Buat klien yang pakai add-on iklan, angka ini yang kami pakai di review mingguan.

05

Kuota dan harga

Dihitung per percakapan per bulan, bukan per pesan. Tiga tingkat, bisa naik-turun kapan saja.

Satu percakapan adalah satu sesi pengunjung, berapa pun pesannya di dalam sesi itu. Kuota bulanan dipilih sesuai ramainya situsmu. Kalau mendekati batas, kami kasih tahu supaya kamu bisa naik tingkat sebelum bot-nya berhenti menjawab. Tingkatnya bisa diubah kapan saja, ikut bulan yang ramai atau sepi.

Chatbot AI

  • Tingkat Awal · 100 percakapan/bulanRp 150.000/bulan
  • Tingkat Lanjut · 400 percakapan/bulanRp 250.000/bulan
  • Tingkat Ramai · 1000 percakapan/bulanRp 450.000/bulan

Harga diambil langsung dari katalog yang sama dengan halaman Layanan.

06

Cara memasangnya di situsmu

Kalau situsmu dari kami, nggak ada yang perlu kamu lakukan. Kalau bukan, tinggal satu baris skrip.

Bot ini dipasang dengan satu baris skrip di situs. Nama tampil, sapaan, warna, dan nomor WhatsApp-nya ikut pengaturan usahamu, bukan tampilan bawaan yang sama buat semua orang. Situs yang kami bangun, kami yang pasang. Situs yang dibangun pihak lain, satu baris itu bisa ditambahkan siapa pun yang pegang kode situsnya.

Urutannya: wawancara singkat soal pertanyaan yang paling sering kamu terima, kami tulis daftar tanya-jawabnya dan susun bahan dari situsmu, kami uji dengan pertanyaan jebakan, kamu coba sendiri, baru tayang. Biasanya beres dalam beberapa hari kerja — tergantung seberapa cepat daftar tanya-jawabnya disepakati.

Bot di pojok kanan bawah halaman ini pakai sistem yang persis sama. Cara paling cepat menilai cocok atau nggak buat usahamu: coba sekarang. Tanya sesuatu yang spesifik, lalu tanya sesuatu yang mustahil dia tahu.

Lihat add-on Chatbot AI di halaman Layanan

FAQ

Yang sering ditanyakan

Chatbot ini jawab dari mana?
Cuma dari bahan usahamu: halaman situs, daftar tanya-jawab yang kami tulis bareng kamu, dan katalog harga yang dibaca langsung dari database. Kalau nggak ada di bahan, dia bilang belum tahu dan menawarkan menghubungkan ke kamu.
Apa bot-nya bisa belajar sendiri dari percakapan?
Nggak, dan itu sengaja. Pertanyaan yang nggak ketemu bahannya ditandai sebagai celah, tiap Senin kami baca, lalu kami tambahkan bahannya bareng kamu kalau memang perlu. Tiap tambahan pengetahuan pernah dibaca orang dulu.
Berapa harga chatbot website untuk UMKM di Optima?
Tiga tingkat per bulan berdasarkan kuota percakapan: Tingkat Awal Rp150.000 (100 percakapan), Tingkat Lanjut Rp250.000 (400), Tingkat Ramai Rp450.000 (1.000). Bisa naik-turun tingkat kapan saja.
Situs saya bukan dibuat Optima, bisa dipasang?
Bisa. Pemasangannya satu baris skrip yang bisa ditambahkan siapa pun yang pegang kode situsmu. Nama tampil, sapaan, warna, dan nomor WhatsApp ikut pengaturan usahamu.
Kalau pengunjung mau dihubungi, datanya ke mana?
Bot minta nama dan nomor WhatsApp atau email, lalu mencatatnya sebagai lead di dashboard-mu, lengkap dengan ringkasan kebutuhan dan halaman tempat obrolannya terjadi.

Mau bot seperti ini di situsmu?

Isi formulir singkat. Kami mulai dari pertanyaan yang paling sering kamu terima — itu bahan pertamanya.

Konsultasi Gratis